KETERBUKAAN INFORMASI

19 Feb 2019 | Admin

RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHUlU

ALASAN  DAN TUJUAN PENAMBAHAN MODAL TANPA MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (“PMTHMETD”)

Perseroan bergerak dibidang pengangkutan domestik dan internasional, terutama mengusahakan dan menjalankan pengangkutan barang dengan kapal laut pengangkutan, Perseroan mengoperasikan kapal kargo umum, sebagai pengangkut pelopor untuk produk perkayuan ke pasar internasional, khususnya Asia Timur. Sejalan dengan pertumbuhan industri sumber daya alam Indonesia, Perseroan menambah armada untuk mendukung transportasi cair, gas, barang dan curah kering untuk pasar domestik dan internasional melalui pendanaan dalam bentuk pinjaman serta penerbitan surat utang.

Kondisi ekonomi global terutama penurunan harga dan produksi  batubara mengakibatkan dampak yang signifikan pada freight rate, sehingga berdampak pada kondisi keuangan Perseroan sejak beberapa tahun, akan tetapi sejak tahun 2017 telah terjadi pergerakan positif harga batubara dan mendorong peningkatan produksi batu bara domestik yang memberikan harapan bagi Perseroan untuk meningkatkan kegiatan usaha Perseroan. Sehubungan dengan hal tersebut Perseroan telah menawarkan penyelesaian hutang Perseroan kepada para kreditur untuk mengkonversikan uang Perseroan menjadi penyertaan saham, sehingga Perseroan dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan tanpa dibebani kewajiban jatuh tempo dan biaya bunga.

Pada tanggal 1 November 2011 Perseroan telah menandatangani Perjanjian Perdamaian dalam rangka Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (“PKPU”), Rencana Perdamaian tersebut telah disahkan secara hukum oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 10 November 2011. Dengan pengesahan tersebut kreditur telah mengesampingkan dan melepaskan setiap hak untuk menerima denda (penalty), bunga atas denda (default interest) dan bunga terkait dengan perjanjian derivatif karena alasan apapun terkait dengan utang Perseroan. Pada tanggal 12 Januari 2012, United States Bankruptcy Court Southern District of New York menyetujui permintaan Perseroan untuk mengakui hasil PKPU di Amerika Serikat.

Pada tanggal 7 Pebruari 2019, Perseroan telah memperoleh persetujuan untuk melaksanakan perubahan Perjanjian Perdamaian dengan menawarkan kepada Kreditur untuk melaksanakan Opsi Konversi Ekuitas Langsung dimana utang Perseroan kepada para kreditur dikonversi menjadi kepemilikan saham para kreditur dalam Perseroan. Oleh karenanya dengan memperhatikan Peraturan  Otoritas Jasa Keuangan No. 38/POJK.04/2014 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Tanpa Memberikan  Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“POJK 38/2014”), Perseroan akan menerbitkan saham seri B baru yang disertai Waran Seri II untuk kreditur yang telah memberikan komitmennya sampai dengan tanggal 17 Pebruari 2019 untuk memilih Opsi Ekuitas Langsung, dimana untuk setiap kreditur yang telah memberikan komitmen untuk konversi utang menjadi saham tersebut akan diterbitkan Waran Seri II yang dapat digunakan untuk mengambil bagian saham seri B baru Perseroan dengan membayar dengan uang tunai harga pelaksanaan Waran Seri II.

 

KETERANGAN RESTRUKTURISASI UTANG YANG AKAN DIKONVERSI MENJADI SAHAM

A.            SYARAT DAN KONDISI RESTRUKTURISASI UTANG SESUAI DENGAN PERJANJIAN PERDAMAIAN

Dalam rangka Restukturisasi Kewajiban Pembayaran Utang Perseroan telah ditandatangani Perjanjian Perdamaian Awal yakni perjanjian perdamaian antara Perseroan dan Krediturnya yang telah disetujui dan diratifikasi oleh Pengadilan dalam putusannya tertanggal 10 November 2011, atas utang Perseroan dengan mata uang USD sebesar USD 310,945,024 dan dalam mata uang  Rupiah sebesar Rp.  1.676.921.792.611,-

Selanjutnya pada tanggal 7 Pebruari 2019 telah dilakukan perhitungan suara Kreditur Mayoritas yang menyetujui untuk merubah Perjanjian Perdamaian awal, dengan hasil 94,90% (sembilan puluh empat koma sembilan puluh persen) Kreditur Separatis dan 67,00% (enam puluh tujuh persen) Kreditur Konkuren yang menyetujui untuk dilakukan perubahan atas Perjanjian Perdamaian Awal  yang didasarkan pada :

  1. Akta No. 77 dibuat dihadapan Mala Mukti SH, LL, M Notaris di Jakarta tentang Berita Acara Rapat Umum Pemegang Obligasi APOL II Tahun 2008 tanggal 28 November 2018 yang menyetujui restukturisasi yang ditawarkan Perseroan
  2. Akta 79 dihadapan Mala Mukti SH, LL, M Notaris di Jakarta tentang Berita Acara Rapat Umum Surat Berharga Jangka Menengah Syariah Ijarah APOL II Tahun 2008 tanggal 28 November 2018 yang menyetujui restukturisasi yang ditawarkan Perseroan
  3.  Declaration of Craig E. Johnson of Prime Clerk LLC regarding the Solicitation of Vote and Tabulation of Ballots Cast on the Prepackaged Chapter 11 Plan, para pemegang USD Noteholders telah menyetujui usulan restukturissi yang ditawarkan Perseroan dengan perolehan suara sebesar 75,03% (tujuh puluh lima koma nol tiga persen) dimana dokumen tersebut telah di-submit (dimasukkan) pada US Court Prepackaged Chapter 11 pada tanggal 1 Pebruari 2019.

Berdasarkan hal tersebut, per tanggal 7 Pebruari 2019, Rencana Restrukturisasi yang diusulkan Perseroan menjadi efektif dan mengikat Perseroan dan Para Krediturnya antara lain dengan Opsi Konversi Langsung, yakni mengkonversi utang menjadi saham dengan perhitungan sebagai berikut:

  1. setiap Kreditur yang memiliki utang dalam denominasi Rupiah akan menerima 19.288 (sembilan belas ribu dua ratus delapan puluh delapan) saham Seri B untuk setiap utang senilai Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta Rupiah);
  2. setiap kreditur yang memiliki utang dalam denominasli US$ akan menerima 28.795 (dua puluh delapan ribu tujuh ratus sembilan puluh lima) saham Seri B untuk setiap utang senilai 1,000 (seribu Dollar Amerika Serikat); dan
  3. setiap pemegang Obligasi Dollar AS (USD) yang memiliki utang dalam denominasi US$ akan menerima 32.843 (tiga puluh dua ribu delapan ratus empat puluh tiga) saham Seri B untuk setiap utang senilai 1,000 (seribu Dollar Amerika Serikat).

Rumus konversi didasarkan pada indikatif proforma outstanding dan nilai tukar pada tanggal 30 September 2018 yakni 1 USD setara dengan Rp. 14.929, (empat belas ribu sembilan ratus dua puluh sembilan Rupiah).

Setiap Kreditur yang menyetujui melaksanakan Opsi Konversi Langsung akan menerima Waran pada tanggal Konversi Ekuitas Langsung, setiap 1 (satu) saham hasil konversi akan memperoleh 1 (satu) Waran Seri II; dimana setiap 4 (empat) Waran dapat digunakan untuk mengambil bagian 1 (satu) saham Seri B  Perseroan dengan membayar uang tunai kepada Perseroan sebesar Rp 150,- (seratus lima puluh Rupiah) per saham.

Saham yang diterbitkan dalam rangka konversi hutang, dan pelaksanaan Waran Seri II memiliki hak yang sama dalam segala hal yang telah diterbitkan oleh Perseroan.

 

KETERANGAN KREDITUR YANG MENGKONVERSI UTANG PERSEROAN MENJADI SAHAM MELALUI PMTHMETD YANG DISERTAI WARAN SERI II

Sesuai dengan catatan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan yang berakhir pada tanggal 30 September 2018 yang telah diaudit oleh Benny Jayawardana M.AK, CPA registrasi Akuntan Publik No. AP. 1030 dari Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Muyadi, tjahjo & Rekan dalam Laporan KNMT&R-C2-18.12.2018/02 tanggal 18 Desember 2018 telah diungkapkan Kreditur Perseroan sebagai berikut:

 (file lengkap dapat didownload pada menu investor relation - laporan tahunan : Keterbukaan informasi Rencana Penambahan Modal) 

Berdasarkan Perjanjian Perdamaian maka pelaksanaan konversi utang menjadi saham ditetapkan sebagai berikut :

 (file lengkap dapat didownload pada menu investor relation - laporan tahunan : Keterbukaan informasi Rencana Penambahan Modal)

Perseroan telah menetapkan tanggal akhir untuk penyertaan Opsi Ekuitas Langsung yakni pada tanggal 17 Pebruari 2019, dan telah menerima konfirmasi tertulis dari Kreditur dengan rincian penerbitan saham yang disetai Waran Seri II adalah sebagai berikut:

 (file lengkap dapat didownload pada menu investor relation - laporan tahunan : Keterbukaan informasi Rencana Penambahan Modal)

 

PENETAPAN HARGA SAHAM DALAM RANGKA RESTUKTURISASI HUTANG MENJADI SAHAM MELALUI PMTHMETD

Dengan memperhatikan pasal 5 ayat (2) huruf b POJK 38/2014, mengingat saham Perseroan sedang dalam suspensi di Bursa Efek Indonesia sejak tanggal 1 April 2015 maka Perseroan telah menunjuk KJPP Herly, Ariawan & rekan (HAR), yang berdasarkan laporan No. BV.03.18.014  tanggal 15 Pebruari 2019 telah menetapkan harga pasar wajar saham Perseroan.

Berikut ini ringkasan pendapat Penilai:

Maksud dan Tujuan Penilaian

Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang Nilai Pasar Wajar dan ekuitas Perseroan yang akan digunakan sebagai referensi dan pertimbangan oleh manajemen Perseroan atas rencana restrukturisasi dan konversi utang Perseroan dan entitas anak serta entitas asosiasi.

 

Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai, pada tanggal efektif penilaian dari 100,00% ekuitas Perseroan yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan atau ekuivalennya pada tanggal 30 September 2018.

 

Pendekatan Penilaian Yang Digunakan

Mengingat saham Perseroan sedang dalam suspensi dan tidak diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, maka menurut pendapat kami pendekatan yang paling relevan dalam penilaian ini adalah dengan menggunakan pendekatan Pendapatan dengan Metode Diskonto Arus Kas (Discounted Cash Flow Method) dan Pendekatan Aset (Asset Based Approach).

 

Asumsi dan Kondisi Pembatas

Penilaian ini berdasarkan asumsi-asumsi dan syarat-syarat pembatasan sebagai berikut:

  1. Menghasilkan Laporan Penilaian Bisnis yang bersifat non-disclaimer opinion;
  2. Mencerminkan bahwa Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penilaian;
  3. Mencerminkan bahwa Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses Penilaian;
  4. Menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaian (fiduciary duty);
  5. Mencerminkan bahwa Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan;
  6. Menghasilkan Laporan Penilaian Bisnis yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perusahaan;
  7. Mencerminkan bahwa Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Penilaian Usaha dan kesimpulan Nilai akhir;
  8. Mencerminkan bahwa Penilai Bisnis telah memperoleh informasi atas status hukum Obyek Penilaian dari pemberi tugas;
  9. Kami tidak melakukan pemeriksaan secara langsung terhadap aset, kepemilikan atau kepentingan bisnis yang menjadi unsur dari penilaian ini;
  10. Kami tidak mempunyai kepentingan terhadap aset, kepemilikan atau kepentingan bisnis yang menjadi subyek dari penilaian ini, baik untuk saat ini maupun dimasa mendatang;
  11. Kami tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan dengan subyek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat didalamnya;
  12. Biaya jasa penilaian/fee yang kami terima dari penugasan penilaian ini tidak dikaitkan dengan nilai yang dilaporkan didasarkan pada hasil penilaian yang telah ditentukan sebelumnya;
  13. Berdasarkan pengetahuan dan keyakinan kami, pernyataan-pernyataan mengenai fakta dalam laporan ini yang menjadi dasar dari analisis, kesimpulan dan opini yang kami nyatakan adalah benar;
  14. Analisis, opini dan kesimpulan telah dibuat, dan laporan ini telah disusun sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam Peraturan VIII.C.3 No. Kep-196/BL/2012, tanggal 19 April 2012; dan
  15. Semua tuntutan bilamana ada, telah diabaikan. Oleh karena saham yang dinilai sesuai dengan syarat pembatasan yang kedua dianggap berada dibawah hak milik yang sah.

 

Kesimpulan Penilaian

Dari kedua pendekatan diatas memberikan indikasi nilai yang berbeda:

·                Pendekatan Pendapatan    :               Rp  (552.397.553.474)

·                Pendekatan Aset                :               Rp  (6.106.828.064.864)

Kami memberikan bobot 70% pada Pendekatan Pendapatan metode DCF dikarenakan pendapatan sebagai penggerak nilai pada metode DCF memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap penilaian. Sedangkan nilai pasar akan aset Perseroan dari metode ABV memberikan kontribusi lebih kecil pada penilaian saham Perseroan sehingga kami memberikan bobot 30% kepada metode ABV. Adapun hasil rekonsiliasi nilai dapat diuraikan sebagai berikut:

 (file lengkap dapat didownload pada menu investor relation - laporan tahunan : Keterbukaan informasi Rencana Penambahan Modal)

Berdasarkan hal tersebut, maka Penilai berpendapat bahwa nilai pasar wajar 100,00% Perseroan per tanggal 30 September 2018 adalah Rp (2.218.726.706.891,-) (Minus Dua Triliun Dua Ratus Delapan Belas Miliar Tujuh Ratus Dua Puluh Enam Juta Tujuh Ratus Enam Ribu Delapan Ratus Sembilan Puluh Satu Rupiah) atau Rp (256) per lembar saham (Minus Dua Ratus Lima Puluh Enam Rupiah).

Berdasarkan Perjanjian Perdamaian maka pelaksanaan konversi utang menjadi saham ditetapkan sebagai berikut :

 (file lengkap dapat didownload pada menu investor relation - laporan tahunan : Keterbukaan informasi Rencana Penambahan Modal)

Dengan demikian harga penerbitan saham dalam rangka Opsi Konversi Langsung melalui PMTHMETD adalah sebesar Rp. 454,557 s/d Rp. 518,458 dengan demikian lebih tinggi 278% s/d 303 % dari harga pasar wajar yang ditetapkan oleh Penilai.

Sedangkan harga pelaksanaan Waran seri II ditetapkan sebesar Rp150,- (seratus lima puluh Rupiah) per saham. Dengan demikian sebesar 159 % (seratus lima puluh empat) persen dari harga pasar wajar saham Perseroan sesuai Laporan KJPP Herly, Ariawan & Rekan.

 

KETERANGAN RENCANA PMTHMETD SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM POJK 38/2014, DALAM RANGKA PERBAIKAN KONDISI KEUANGAN PERSEROAN

  1. Jumlah maksimal rencana pengeluaran saham melalui penAmbahan modal TANPA MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU

Jumlah saham yang direncanakan untuk diterbitkan adalah sebanyak-banyaknya 11.263.406.688 (Sebelas miliar dua ratus enam puluh tiga juta empat ratus enam ribu enam ratus delapan puluh delapan) saham Seri B dengan nilai nominal Rp. 100,- (seratus rupiah) per saham yang akan ditawarkan melalui PMTHMETD yang disertai Waran Seri II, atau 129,91% (seratus dua puluh sembilan koma sembilan satu persen) dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan per tanggal keterbukaan informasi ini, dengan harga sebesar Rp 454,557  (empat ratus lima puluh empat koma lima ratus lima puluh tujuh Rupiah) s/d Rp 518,458 (lima ratus delapan belas koma empat ratus lima puluh delapan Rupiah) per saham. Sedangkan harga pelaksanaan Waran Seri II adalah sebesar Rp 150 (seratus lima puluh Rupiah) per saham.

 

  1. PRAKIRAAN PERIODE PELAKSANAAN PMTHMETD

Perseroan akan melaksanakan penerbitan saham melalui PMTHMETD yang disertai Waran Seri II segera setelah Rapat Umum Pemegang Saham menyetujui pelaksanaan Konversi utang menjadi saham dalam Opsi Konversi Ekuitas Langsung terhadap Kreditur yang telah memberikan komitmen tertulis pada tanggal 17 Pebruari 2019. Penerbitan saham seri B baru tersebut akan disertai Waran Seri II dimana setiap 4 Waran dapat digunakan untuk mengambil 1 (satu) saham seri B baru dengan harga pelaksanaan Waran Seri II dengan membayar secara tunai sebesar Rp 150,- per saham untuk periode 6 (enam) bulan terhitung sejak tanggal penerbitannya sampai dengan 2 (dua) tahun terhitung sejak tanggal pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham yang menyetujui rencana PMTHMETD yang disertai Waran Seri II tersebut yang diselenggarakan pada tanggal 29 Maret 2019 dengan demikian paling lambat tanggal 28 Maret 2021.

 

  1. Analisa dan Pembahasan Manajemen Mengenai Kondisi Keuangan Perusahaan terkait dengan restrukturisasi hutang dengan melakukan konversi menjadi saham melalui PMTHMETD
  • Liabilitas Perseroan akan menurun sebesar Rp 4.387.442.450.590;
  • Modal ditempatkan disetor penuh akan meningkat sebesar Rp 1.213.205.815.900 dan Perseroan akan mencatat tambahan modal disetor sebesar Rp 3.616.377.015.449 dengan asumsi seluruh saham dalam PMTHMETD dan Waran Seri I dan Waran Seri II ini dapat diterbitkan seluruhnya;
  • Dengan penguatan modal dan menurunnya liabilitas maka rasio hutang terhadap modal akan meningkat dengan demikian maka Perseroan akan memiliki kesempatan untuk memperoleh pembiayaan dari perbankan dan dari pembiayaan lainnya. Sehubungan dengan hal tersebut dapat meningkatkan nilai pemegang saham Perseroan.

Berikut ini proforma Laporan Keuangan Perseroan sebelum dan setelah pelaksanaan PMTHMETD serta Waran Seri I dan Waran Seri II:

 (file lengkap dapat didownload pada menu investor relation - laporan tahunan : Keterbukaan informasi Rencana Penambahan Modal)

 

Berdasarkan tabel proforma diatas, dapat dilihat likuiditas Perseroan membaik seiring dengan peningkatan Aktiva Lancar dari Rp 1.054 miliar menjadi Rp 1.496 miliar dari adanya pemasukan dana atas diterbitkannya pelaksanaan Waran Seri I dan Waran Seri II. Dana yang diperoleh tersebut akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan.

Dengan adanya konversi hutang menjadi ekuitas, posisi Liabilitas Perseroan akan menurun secara signifikan terutama untuk Total Liabilitas Jangka Pendek sebesar Rp 4.387 miliar dari Rp 6.982 miliar menjadi Rp 2.594 miliar.

Struktur permodalan Perseroan juga akan mengalami perbaikan dengan adanya pelaksanaan PMTHMETD serta Waran Seri II. Posisi ekuitas Perseroan dari defisit Rp 6 triliun menjadi defisit Rp 1.171 miliar.

 

  1. RESIKO ATAU DAMPAK PMTHMETD TERHADAP PEMEGANG SAHAM PERSEROAN

Rencana PMTHMETD yang disertai Waran Seri I dan Waran Seri II akan meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh sekitar 92,13% (sembilan puluh dua koma tiga belas persen) dari modal ditempatkan dan disetor penuh saat ini.

Perseroan pada tanggal 27 Januari 2012 telah menerbitkan Waran Seri I sejumlah 868.651.500 Waran Seri I yang dibagikan kepada para pemegang Obligasi Dolar AS yang dijamin (Guaranteed Secured Notes) yang dapat digunakan untuk mengambil bagian saham seri B baru seebanyak-banyaknya sejumlah 868.651.500 Saham Seri B dengan nilai nominal Rp. 100,- per saham dengan harga pelaksanaan tidak lebih rendah dari Rp 120,- (seratus dua puluh Rupiah) per saham. Jangka waktu Waran Seri I adalah 125 bulan yang dihitung sejak tanggal penerbitan yakni 27 Januari 2012 sampai dengan 30 Juni 2022 atau satu tahun setelah tanggal pembayaran pokok terakhir kewajiban Perseroan. Sampai dengan keterbukaan informasi ini jumlah sisa Waran Seri I yang belum dilaksanakan untuk mengambil saham adalah sejumlah 868.651.500 Waran Seri I.

 

Struktur Permodalan Perseroan saat ini sebelum dan setelah Waran Seri I adalah sebagai berikut

 (file lengkap dapat didownload pada menu investor relation - laporan tahunan : Keterbukaan informasi Rencana Penambahan Modal)

Struktur Permodalan Perseroan saat ini setelah PMTHMETD dan setelah pelaksanaan Waran Seri I dan Waran Seri II adalah sebagai berikut

 (file lengkap dapat didownload pada menu investor relation - laporan tahunan : Keterbukaan informasi Rencana Penambahan Modal)

Dengan demikian Pemegang akan terkena dilusi kepemilikan sebesar 58,32 % (lima puluh delapan koma tiga dua persen) setelah PMTHMETD dengan asumsi seluruh Waran Seri I, saham dalam PMTHMETD dan  Waran Seri II ini dapat diterbitkan seluruhnya.

 

RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”) untuk membahas agenda persetujuan penambahan modal melalui mekanisme PMTHMETD yang disertai Waran Seri II akan diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 29 Maret 2019. Pengumuman RUPSLB dilaksanakan pada tanggal 19 Pebruari 2019 dan pemanggilan RUPSLB pada tanggal 6 Maret 2019 keduanya melalui surat kabar Investor Daily, situs web Bursa Efek Indonesia dan situs web Perseroan yakni www.apol.co.id

Demikian keterbukaan informasi ini disusun dalam rangka memenuhi ketentuan POJK 38/2014.

 

 

Jakarta, 19 Pebruari 2019

PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk

Direksi

 

 

 


BACK TO NEWS